Pria Ini Dari SMA-Kuliah Pengen Pacaran Tapi Takut

Jatuh cinta memang menjadi hal yang mengasyikan, enak, bikin senang, dan juga bikin menakutkan bagi banyak orang dan juga bagi sebagian orang. 

Bagi sebagian orang memang punya perasaan jatuh cinta, namun menakutkan bagi dirinya sendiri walaupun punya perasaan jatuh cinta yang kuat terhadap seorang wanita.

Beginilah pengalaman pribadinya si kanis, anak petani yang suka bekerja keras, ketika sejak masih di bangku SMA. 

Ia rupanya memiliki perasaan jatuh cinta namun takut untuk mengungkapkan rasa cintanya kepada lawan jenis alias cewe, padahal ada suka sekali dengan cewe.

Jadi si Kanis ini hanya pendam saja dalam hati, setiap hari ia pikir terus, pikir terus, ketika melihat cewe cantik, jadi Kanis cuman suka dan kagum saja, tapi mau ngomong tidak tahu caranya bagaimana. Padahal Ia lagi suka sekali sama seorangng cewe (Itha; nama si cewe yang lagi Ia suka waktu SMA teman sekelasnya kelas XI). 

Mengapa si Kanis ini takut pacaran sejak SMA? alasannya; Ia takut orang tua marah, belum mengerti apa-apa tentang pacaran karena kurang bergaul (Ia kurang bergaul karena setiap harinya bangun pagi harus jalan kaki ke sekolah sejauh 2 Km, pulang sekolah pun demikian jalan kaki, sepulang dari sekolah harus timba air menggunakan gerobak sejauh 500 meter untuk dijual pada tetangga sehingga Ia bisa mendapatkan uang jajan.

Biasanya 1 gerobak dijual dengn harga Rp 2.500 dengan jumlah jeringan 5 buah ukuran 20 liter air). Setelah timba air, Ia harus bantu orang tua karena orang tua petani dan lain sebagainya sehingga dalam otaknya tidak dibekali dengan ilmu pacaran atau ide untuk berpacaran, sehingga Ia tidak tau cara pacaran walaupun suka sama perempuan.

Lanjut cerita, setelah tamat SMA, Ia ojek karena lagi kredit motor. Jadi hidup tambah beban. Beban semakin meningkat, kebutuhan hidup semakin bertambah.

Dalam otaknya hanya cari duit saja buat hidup. Yang pertama dan utama adalah Ia harus cari uang untuk makan dan bayar diler motor setiap bulan. 

Sebelumnya Ia tidak punya niat untuk kuliah karena memang secara ekonomi tidak mampu sehingga Ia hanya punya keterampilan bawa motor setelah tamat SMA, jadi satu solusi cari uang untuk bisa makan adalah hanya dengan ojek.

Pada waktu itu, Ia dipaksa oleh keluarga untuk kuliah. Tapi Ia bilang kepada keluarganya” Saya tidak kuliah karena saya tidak punya uang dan tidak mampu bayar regis tiap semester”, jawab keluarga kepadanya "kami yang tanggung kamu punya biaya regis. Nanti untuk masuk pertama ini kami di kampung kumpul keluarga untuk kamu bisa bayar uang kuliah masuk awal sebesar 2 jutaan rupiah di salah kampus.

Jadi waktu itu hidupnya semakin susah karena mau pikir kuliah, mau pikir bayar diler atau mau pikir cari uang untuk bisa beli beras dan sayur untuk bantu orang tua dan adik-adik bisa makan.

Selanjutnya ia sudah kuliah. Hidup semakin sulit. Jadi setiap hari ia. harus bangun pukul 05.00 pagi, ojek pagi-pagi pukul 05.30 sampai anak sekolah masuk baru ia siap diri untuk pergi kuliah, pulang kuliah lanjut ojek sampai pukul 10.00 malam karena tinggal di Kota. Setiap hari pun begitu kegiatan rutinitasnya..

Jadi untuk pacaran memang Ia takut sekali. Takut ada apa-apa terhadap anak gadis orang (misalnya kasih hamil lalu berurusan dengan keluarga pasti butuh uang banyak) dan juga takut kalau pacaran bisa menyita waktu kuliah dan ojek atau cari uang untuk membantu orang tua, dan juga pacaran bisa mengganggu konsentrasi berpikir.

Jadi si Okto ini mau pikir perempuan ko atau mau pikir kuliah dan cari uang. Ahhh lebih baik pikir cari uang karena hidup saja susah mau pikir perempuan.

Belajar dari pengalaman orang lain, teman, tetangga yang masih sekolah, kuliah karena salah bergaul akhirnya mengecewakan orang tua, biasanya hamil atau menghamili.

Sampai wisuda pun si Okto tidak memiliki pacar yang sah, atau bahasa gaulnya adalah pacar kandung. Jaman sekarang masih SMA siswa/i sudah ada pacar kandung. Begitupun anak kuliah.

Lanjut cerita.....ya karena memang Ia belum punya apa-apa, belum punya uang, belum punya modal untuk kalau misalnya ada apa-apa (menghamili) anak gadis orang Ia mau berharap pada siapa, karena Ia tahu dan sadar orang tuanya susah.

Biasanya kalau kita menghamili anak gadis orang lalu ada urusan untuk mempertemukan dua keluarga itu pasti butuh biaya besar, belum lagi kena denda, apalagi kita dilapor ke polisi, ataupun dipaksa untuk urus secepatnya untuk menikah, mau ambil uang dari mana? Itulah alasannya Ia takut pacaran.

Sehingga sampai Ia sudah ada pekerjaan tetap baru pacaran serius alias cari pacar kandung dan memilih jalan untuk hidup berkeluarga (menikah) karena secara pribadi sudah siap modal, siap mental, siap materi (uang) dan tanpa bantuan orang tua pun Ia sudah siap secara pribadi untuk berkeluarga.

Itulah sedikit pengalaman hidupnya si Okto yang kurang menikmati masa muda karena memang Ia tidak mau menyusahkan orang tua, apalagi orang tuanya hidup susah tak punya apa-apa. Sekian dan Terima kasih

Penulis: Thom Fallo

1 comment for "Pria Ini Dari SMA-Kuliah Pengen Pacaran Tapi Takut"

  1. Iya betul harus pikir dulu untuk masa depan soal berpacaran itu kemudian ,,,karena masa mudah kita masih panjang jadi jangan buru² untuk berpacaran😁Apa lagi menikah di usia mudah,,,,kalau sudah ada pekerjaan baru boleh nika mudah😊

    ReplyDelete