Gara-Gara Utang, Sembunyi Di Kolong Tempat Tidur

 

Linda dan Niko Dilanda Bencana Percintaan disusul Bencana Ekonomi Yang Dahsyat

Ini kisah lika-liku hidup yang pernah dialami Niko dan Linda semenjak hidup bersama karena terjadi bencana ekonomi dalam perjalanan hidup berumah tangga mereka berdua yang sebenarnya belum siap menjalani kehidupan berumah tangga dikarenakan Linda baru saja dikeluarkan dari SMA karena hamil karena bencana percintaan. 

kisah ini memang sangat menyedihkan bagi pribadi Niko dan Linda, Gara-gara utang Niko harus bersembunyi di kolong tempat tidur dan linda bersembunyi di dapur karena penagih dari koperasi harian datang tagih di rumah berturut-turut selama 6 hari karena angsuran harian yang harus dibayar sudah terlambat. 

Kasian dan sedih juga yaaaa..., memang waktu itu mereka tidak memiliki uang untuk bayar dealer pada salah satu dealer motor di kota Kefamenanu, Kab. TTU. Motor yang yang dipakai Niko untuk ojek selama ini sudah hampir ditarik oleh dealer karena terlambat selama 5 bulan, namun demikian di saat yang bersamaan ia bersama Linda juga penah mengajukan pinjaman di koperasi harian untuk membayar angsuran dealer namun uang yang diterima bukannya dipakai untuk membayar dealer tetapi dipakai untuk foya-foya, shoping, makan-makan dan jalan-jalan.

Niko memiliki sebuah sepeda motor honda beat yang ia kredit di sebuah dealer selama jangka waktu 35 bulan lamanyat. Setiap hari ia mengais rejeki dengan mengandalkan keterampilan menyetir motor sebagai tukang ojek. 

Niko baru saja menamatkan pendidikan SMA, sementara Linda di SMA kelas 2 namun karena hamil maka ia dikeluarkan dari sekolah kerena memilih jalan untuk berumah tangga. Setelah tamat, Niko tidak melanjutkan ke pendidikan tinggi atau kuliah karena ketidakmampuan ekonomi, sehingga ia kredit motor dan ojek.

Selama beberapa bulan awal ia kredit motor yaitu dari tahun 2025 sampai awal tahun 2026 itu Niko rajin ojek, namun karena telah mengenal Linda ia sudah mulai malas ojek dan sehari-hari ia hanya berada di kosnya Linda.

Bertepatan dengan tanggal jatuh tempo untuk membayar angsuran motor uang selalu saja tidak ada, dan terjadi sampai beberapa bulan sehingga ia harus meminjam di sebuah koperasi harian.

Tetapi bencana ekonomi terus melanda rumah tangga mereka karena malas kerja, selalu-foya tetapi utang di dua tempat yaitu di dealer dan koperasi. 

Dalam perjalanaan waktu, untuk membayar angsuran setiap bulannya meraka mengalami kendala keuangan ekonomi sehingga pas tanggal jatuh tempo mereka tidak pergi untuk menyetor uang di delaer sehingga motornya ditarik dan koperasi harian setiap hari datang menagi juga di rumah mereka.

Beberapa minggu kemudian melewati tanggal jatuh tempo, petugas dari dealer tersebut datang ke rumah Niko untuk mengambil motor mereka. Saat yang bersamaan juga petugas dari koperasi harian datang ke rumah mereka untuk menagih, mungkin selisih waktu hanya 3 menit dengan petugas dealer. 

Saat itu Niko dan Linda sementara berada di rumah. (Mereka berdua sudah tinggal di rumah orang tua Niko, dan orang tua Niko memilih pulang ke kampung tua) dan datanglah petugas dari dealer sore itu menjelang malam.

Petugas itu kemudian mengetuk pintu dan hallo berulang kali juga mereka berdua tidak membuka pintu. 

Petugas Dealer: Hallo,,,Hallo…. Om…(berulang kali terus menerus memanggil)

Petugas Dealer: (10 menit kemudian) hallo,,, hallo,,,, hallo,,, hallo om,,, (Hallo sekitar 46 kali barulah niko keluar dari rumah) sementar motornya diparkir di samping rumah.

Niko: Ia Kk

Petugas Dealer: Om, begini.. Ini Om su terlambat angsuran 5 bulan. Selama ini om selalu janji terus naaa. Makanya kami juga tidak enak dengan bos di kantor. Jadi ini hari kami mau datang tarik motor om. 

Niko: ohhh ia Kk. Saya memang uang tidak ada kk. Sabar ko saya ambil kunci motor (Niko masuk ambil kunci motor dan berikan kepada petugas dealer untuk membawa sepeda motornya).

Petugas Dealer: Setelah menerima kunci motor, ia menghidupkan motor) Om, begitu su eee, kami jalan dulu. Makasi..

Niko: Oke KK..

Petugas dealer tersebut begitu meninggalkan rumah, berselang 3 menit petugas koperasi harian pun masuk. Niko sudah berada di dalam rumah, Linda berada di dapur.

Petugas koperasi: Hallo,,,, Hallo Om, Hallo…

Petugas koperasi:(5 menit kemudian) Hallo,,,, Hallo Om, Hallo…

Petugas koperasi:(10 menit kemudian) Hallo,,,, Hallo Om, Hallo…

Petugas koperasi:(10 menit kemudian sudah sekitar 50 panggilan pun tidak ada jawaban) Hallo,,,, Hallo Om, Hallo…Hallo om, hallo om, hallo om, ……….

Rupanya Niko lagi bersembunyi di kolong tempat tidur, dan Linda bersembunyi di dapur. Niko mendengar tetangganya datang untuk membantu petugas koperasi tersebut untuk memanggil juga ia tidak membuka pintu rumah. 

Mereka tetap berada di kamar dan bersembunyi karena takut untuk ditagih karena tidak memiliki uang. 

Sekitar 45 menit lamanya, petugas koperasi harian bersama tetangga memanggil mereka pun tidak keluar dan akhirnya petugas koperasi tersebutdengan kecewa jalan meninggalkan rumah.

Satu minggu kemudian niko pergi ke diler untuk mengecek motornya tetapi motornya sudah ditangan orang lain dengan lanjut kredit, dan ia akhirnya ikut menjadi buruh harian pada sebuah proyek pembangunan saluran irigasi di salah satu desa untuk membayar koperasi harian dan memenuhi kebutuhan hidup setiap hari bersama pasangannya Linda. 

Sekian cerita singkat ini, semoga terhidup dan bermakna. Mohon maaf ada kesamaan nama dan tempat. Tuhan memberkati kita semua.

Penulis: Thom Fallo

#ceritapendek



Post a Comment for "Gara-Gara Utang, Sembunyi Di Kolong Tempat Tidur"